Skip to content

Doa Berbuka Puasa

Doa Berbuka Puasa

Doa Berbuka Puasa

Namun, sebagai doa atau permintaan kepada Tuhan tentu tidak salah membaca doa makan malam di atas. Selain itu, ada kisah hadis yang menyarankan membaca doa puasa. Sumber : berdoa.co.id

Mengenai doa awal puasa yang terkandung dalam hadis Nabi Muhammad:
Membuka Doa Puasa Sholat menurut Sunnah
Doa pembukaan cepat menurut Sunnah Arab

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّل مِنَّا ، اِنَّك َ اَنَّاي
Doa pembukaan cepat menurut Sunnah Latin

“Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Samiul ‘Alim Level”.
Makna shalat untuk menyusui menurut sunnah

“Ya Allah, demi kamu atau demi kamu kami berpuasa, demi kamu kami istirahat, maka kami menerima (puasa kami). Sesungguhnya, Anda mendengar dan pengetahuan.” (SDM. Ibnu Sunni dan lainnya).

Abdillah bin Abdil Malkah, bahwa Allah senang dengannya, melaporkan: Abdulah bin ‘Umar bin’ Ash berkata:

“Utusan Allah berkata: Sesungguhnya, bagi orang yang berpuasa ada doa yang tidak dapat disangkal ketika berbuka.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dikatakan dari Nawawi).

Karenanya, berdoa dengan sembahyang apa pun pada waktu makan siang adalah ide yang bagus dan direkomendasikan. Bukan kesalahan membaca doa yang tidak bertentangan dengan syariah yang ditemukan dalam Alquran dan hadis.
Doa pembuka puasa menurut Sunnah kedua

Abdil Malikah bercerita tentang Abdillah bin Umar bin ‘Ash Ra, mendengarkan utusan Allah selama berbuka puasa dan juga melafalkan doa di bawah ini.

Doa Berbuka Puasa


Doa pembuka puasa menurut Sunnah kedua

اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ

“Allahumma in-as-aluka bi ratimatis latii wasi’at kulla syain an taghfirolii”.

Ini berarti:

“Ya Tuhan, aku mendoakanmu dengan rahmatmu yang menutupi semua hal, sehingga kamu bisa memaafkanku.”
Doa pembuka puasa menurut Sunnah Ketiga

Kisah shahih yang datang dari nabi Muhammad tentang doa puasa adalah seperti yang dilaporkan oleh Ibnu Umar Ra bahwa Rasulullah SAW selama interupsi puasa mengatakan:

Doa-Pergi-Cepat-Per-Sunnah
Doa pembuka puasa menurut Sunnah Ketiga

ذَهَبَ الظَّمَـأُ ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

“Dzahabaz zhama wabtallatil” accessqu wa tsabatal ajru, insyaallah “.

Ini berarti:

“Kami telah kehilangan kehausan kami, kami telah basah kuyup dan pasti kami telah dihargai oleh kehendak Allah Ta’ala”. (HR. Dawud, Daruquthni, Hakim dan Nasa’i).

Dengan doa hadits ini, tentu saja bacaan dan bacaan yang berasal dari Nabi lebih penting untuk dipraktikkan.

Ketika kita berdoa, doa ini berisi ungkapan sukacita dan syukur atas puasa yang kita alami.

Pertama-tama, kegembiraan mendingin saat istirahat, dengan hilangnya rasa haus dan pembengkakan otot-otot tenggorokan.

Kedua, sukacita bisa melakukan puasa dengan benar dan puasa diselamatkan dari hal-hal yang merusaknya, baik yang lahir maupun yang dalam sehingga kehendak Allah akan menghasilkan pahala dari Allah yang Mahakuasa.

Utusan Allah berkata:

“Bagi orang yang berpuasa ada dua kesenangan yang didapatnya; ketika dia membuka, dia bersukacita dalam keterbukaannya, dan ketika dia bertemu dengan Tuhannya, dia bersukacita dalam kepuasannya “, (HR.Bukhari dan Muslim).

Lihatlah dan baca: Manfaat puasa

Memang puasa bisa menjadi sumber kegembiraan dan kegembiraan. Faktanya, bahkan jika puasa berlangsung dengan sabar, puasa dilakukan dengan hati yang bahagia. Apalagi ketika saatnya istirahat.

Puasa juga melelahkan dan menyakitkan, tidak semua manusia mampu melakukannya. Namun, dengan fondasi iman yang kuat, kami dapat mencapainya dengan ketulusan dan ketulusan.

Ternyata kita juga mampu melakukannya dengan tulus dan bahkan bersukacita dalam janji agung Allah.

Karena itu, bahkan pada saat itu kita belum dapat mengalami sukacita kedua, sukacita bertemu dengan Tuhan.

Tetapi pada saat itu kami sudah bisa merasakan sedikit kegembiraan, kegembiraan karena berharap dan menunggu janji imbalan.

Nabi berkata:

“Jika orang-orang saya mengetahui sesuatu di bulan Ramadhan, mereka akan berharap untuk sepanjang tahun Ramadhan.”